Strategi Pembelajaran di SD

TUGAS 

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR (SD)

Tentang

Pembelajaran di SD



Disusun Oleh:

Heldiza Silviandari

(1820101)

PGSD 4.4



Dosen Pembimbing 

Yessi Rifmasari, M.Pd



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 

ADZKIA PADANG

2020

A. Konsep Belajar

Pengertian belajar menurut Anita E. Woolfolk (dalam Semiawan, 1999: 245) belajar terjadi ketika pengalaman menyebabkan suatu perubahan pengetahuan dan perilaku yang relatif permanen pada individu.

Menurut Abin Syamsudin (1981) mengartikan bahwa belajar adalah suatu perbuatan yang menghasilkan perubahan perilaku dan pribadi.

Menurut Sugihartono (2007: 74) menyatakan bahwa belajar sebagai perubahan yang relatif permanen karena adanya pengalaman. Dengan kata lain belum dikatakan belajar jika belum terjadi perubahan terhadap individu tersebut.

Dari ketika Definisi tersebut dapat di simpulkan bahwa belajar merupakan perubahan, pengetahuan, prilaku atau tingkah laku, dan pengalaman. Belajar itu jika di perjelas adalah aktivitas atau pengalaman yang menghasilkan perubahan terhadap pengetahuan, tingkah laku, serta pengalaman yang bersifat permanen.

B. Karakteristik Proses Belajar

Proses belajar sangat di pengaruhi oleh pendekatan dan strategi yang digunakan oleh guru kepada siswanya. Kyrikulum saat ini di pandang sebagai proses pembelajaran yang dapat mengoptimalkan seluruh aktifitas yang dimilikinya.

Belajar dapat dikatakan belajar jika memiliki ciri-ciri seperti yang dikemukan Dimyati dan Mudjiono (2009: 8) yaitu :

1. Unsur pelaku, siswa yang bertindak belajar atau pembelajaran.

2. Unsur tujuan, memperoleh hasil dan pengalaman hidup.

3. Unsur proses, terjadi internal pada diri pelajar.

4. Unsur tempat, belajar dapat dilakukan disembarang tempat.

5. Unsur lama waktu, sepanjang hayat.

6. Unsur syarat terjadi, dengan motivasi belajar yang kuat.

7. Unsur ukuran keberhasilan, dapat mempertinggi martabat pribadi.

8. Unsur faedah, bagi pelajar dapat mempertinggi martabat pribadi.

9. Unsur hasil, hasil belajar dampak dan pengiring.

Menurut Winata Putra (2014: 8-9) karakteristik belajar yaitu:

1. Belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku individu.

2. Perubahan harus merupakan buah dari belajar.

3. Perubahan itu relatif menetap.

C. Tahap-tahap Perkembangan Peserta Didik

1. Tahap sensori-motor (the sensory-motor period, 0–2 tahun).

Tahap ini merupakan tahapan pertama dalam perkembangan kognitif anak. Tahap ini disebut sebagai tahap sensori-motor karena perkembangan terjadi berdasarkan informasi dari indera (senses) dan bodi (motor). Karakteristik utama dalam tahap ini adalah :
  
a. Anak belajar lewat koordinasi persepsi indera dan aktivitas motor serta mengembangkan pemahaman sebab akibat atau hubungan-hubungan berdasarkan sesuatu yang dapat diraih atau dapat berkontak langsung.

b. Anak mulai dapat memahami hubungannya dengan orang lain, mengembangkan pemahaman objek secara permanen.

2. Tahap praoperasional (the preoperational period, 2–7 tahun).

Dalam tahap ini anak mulai dapat “mengoperasikan” sesuatu yang sudah mencerminkan aktivitas mental dan tidak lagi semata-mata bersifat fisik. Karakteristik dalam tahap ini antara lain adalah:
a. Anak mulai belajar mengaktualisasikan dirinya lewat bahasa, ber­main, dan menggambar(corat-coret).

b. Jalan pikiran anak masih bersifat egosentris, menempatkan dirinya sbagai pusat dunia, yang didasarkan persepsi segera dan pengalaman langsung karena masih kesulitan menempatkan dirinya di antara orang lain.

3. Tahap operasional konkret (the concrete operational, 7–11 tahun).
Pada tahap ini anak mulai dapat memahami logika secara stabil. Karakteristik anak pada tahap ini antara lain adalah :
a. Anak dapat membuat klasifikasi sederhana, mengklasifikasikan objek berdasarkan sifat-sifat umum, misalnya klasifikasi warna, klasifikasi karakter tertentu.

b. Anak dapat membuat urutan sesuatu secara semestinya, menurutkan abjat, angka, besar-kecil, dan lain-lain. 

D. Karakteristik Pembelajaran di SD

1. Karakteristik pembelajaran di kelas rendah.

Karakteristik pembeljaran di kelas rendah adalah pembeljaran bersifat konkret. Proses pembelajaran ini harus dirancang oleh guru sehingga kemampuan siswa, bahan ajar, proses belajar dan sistem penilain sesuai dengan taraf perkembangan siswa, selain itu proses belajar dan sistem penilaian sesuai dengan taraf perkembangan siswa, dan belajar harus dikembangkan secara interaktif.

Contoh kegiatannya:

a. menggolongkan peran anggota keluarga.

b. menulis dengan jelas dan rapi.

c. membaca nyaring sederhana kurang lebih 300.

2. Karakteristik pembelajaran di kelas tinggi.

Esensi proses pembelajaran di kelas tinggi adalah suatu pembelajaran yang dilaksanakan secara logis dan sistematis untuk pembelajaran siswa tentang konsep dan generalisasi sehingga penerapannya (menyelesaikan soal, menghubungkan, menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi).

Contoh kegiatannya :

a. Mendiskusikan tentang jual beli.

b. Melakukan Operasi Hitung.

c. Mengumpulkan bukti perkembangbiakan makhluk hidup.

d. Memperagakan rangkaian gerak dengan alat musik. 

Komentar

  1. Artikelnya sangat bagus dan sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  2. Jika dalam belajar terdapat proses perubahan, perubahan seperti apa yang terjadi ada anak?

    BalasHapus
  3. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku dan pengalaman sehingga menghasilkan pengetahuan.

    Jadi perubahan yang terjadi dalam belajar itu adalah perubahan tingakah laku atau potensi pada anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama dan terimakasih kembali.semoga bermanfaat kedepannya

      Hapus
    2. Ditunggu artikel berikutnya yaa

      Hapus
    3. Oke insyaallah minggu depan Update artikel selanjutnya. Terimakasih🙂

      Hapus
  4. Terimakasih. Semoga bermanfaat kedepannya

    BalasHapus
  5. Artikelnya sangat membantu, terima kasih sudah di share

    BalasHapus
  6. Artikelnya bagus dan sangat membantu dalam menyelesaikan tugas👍

    BalasHapus
  7. Artikelnya sangat bagus dan bahasanya mudah dipahami dan bermanfaat.

    BalasHapus
  8. Terimakasih. Semoga dapat bermanfaat kedepannya

    BalasHapus
  9. Gimna cara nya anak yang kita ajarin mudah memahami apa yang kita ajarkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang pertama kita bisa menggunakan media gambar dan juga audio visual. Kemudian kita juga bisa menggunakan media atau alat peraga yang mudah di pahami siswa.

      Kedua guru juga bisa menerapkan metode interaktif. Contohnya guru sebelum memulai pembelajaran menceritakan kisah pendek terkait pembelajaran tersebut.
      Dan juga guru harus bisa mengondisikan kelasnya. Contohnya memberikan ice breaking sebelum memulai pembelajaran dengan metode tersebut akan membuat siswa tidak tegang dalam belajar dan menjadi releks.

      sebelum memilih metode atau strategi pembelajaran yang akan di terapkan guru terlebih dahulu harus mengetahui karakter setiap siswanya. Dengan itu guru dapat mengetahui strategi, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran yang cocok diterapkan. Maka dengan itu akan terlaksalah proses pembelajaran dengan baik dan mencapai tujuan pembelajaran tersebut.

      Sekin jawab saya, semoga dapat membantu.

      Hapus
    2. Sama-sama. Terimakasih kembali semoga bermanfaat kedepannya🙂

      Hapus
  10. Terimakasih atas artikelnya sangat membantu sekali dalam mengerjakan tugas, dan juga bahasa mudah di pahami

    BalasHapus
  11. Artikelnya sangat bermanfaat, terimakasih sudah men share Ilmunya☺👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali..semoga bermanfaat🙂

      Hapus
    2. Artikelnya membantu sekali..🙏
      Di tunggu update selanjutnya

      Hapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Sangat membantu.. Terimakasih, d tunggu postingan selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali.semoga bermanfaat
      Insyaallah minggu depan update selanjutnya🙂

      Hapus
  14. Syukron ilmunya smga bisa mmbatu dlam blajar pembelajaran di sd🙏

    BalasHapus
  15. Bagaimana strategi yang harus dimiliki guru sehingga bisa melihat karakteristik pola perkembangan belajar yang dimiliki siswa kelas rendah terhadap pembelajaran???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peran guru sangatlah penting dalam proses pembelajaran.
      Kita tahu bahwa karakteristik anak usia sekolah dasar apalagi kelas rendah yang senang bermain, bergerak dan praktik langsung. Oleh karena itu strategi yang harus di terapkan harus disesuaikan dengan pertumbuhan fisik dan perkembangan emosional anak.

      Jadi menurut saya bagaimana strategi yang harus dimiliki guru untuk bisa melihat perkembangan belajar yang di miliki siswa adalah dengan cara memberikan kuis atau pertanyaan-pertanyaan kepada siswa pada saat akhir dari pembelajran. Dengan itu guru bisa melihat perkembangan belajar siswa. Guru bisa melihat karakteristik perkembangan belajarnya.siapa Siswa yang aktif dalam belajar dan yang tidak. Guru bisa menilai setiap masing-masing siswa apakah siswanya memahami materi pembelajaran yang di berikan oleh gurunya.

      Mungkin sekian jawaban dari saya, semoga membantu.

      Hapus
    2. Iya betul sekali,,tapi alangkah bagusnya dengan adanya kuis bagi anak yang bisa menjawab kuis sebaiknya di berikan juga reword berupa hadiah atau dikasih bintang sebagai bentuk penilaiannya.dgn itu pasti anak bersemangat dalam proses pembelajaran.

      Hapus
    3. Iya jawaban yang bagus sekali..👍
      Dengan memberikan reword berupa hadiah akan membuat anak lebih semangat lagi dalam belajar. Penghargaan dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dan menumbuhkan motivasi eksternal untuk lebih mengembangkan dirinya.
      Selain hadiah kita sebagai guru juga bisa memberikan Pujian yaitu penghargaan yang paling mudah dilakukan. Biasanya dilakukan dengan kata-kata seperti yes, bagus, pintar dan lain sebagainya.

      Terimakasih.

      Hapus
    4. Artikelnya membantu sekali..🙏
      Di tunggu update selanjutnya

      Hapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Sangat membantu dan memudahkan pembaca dalam memahami artikelnya.. Ditunggu artikel selanjutnya 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas komentarnya. Semoga bermanfaat.
      Oke di tunggu ya insyallah minggu depan update selanjutnya🙂

      Hapus
  18. Sangat membantu dan memudahkan pembaca dalam memahami artikelnya.. Ditunggu artikel selanjutnya 😉

    BalasHapus
  19. Artikelnya sangat membantu sekali..terimakasih sudah membagi ilmunya🙏

    BalasHapus
  20. Alangkah baiknya dalam proses pembelajaran disertakan 3 komponen dasar yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik karena dalam proses pembelajaran 3 aspek tersebut sangat penting bagi anak pendidikan dasar dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masukan yang bagus👍 Terimakasih telah memberi komentar positif. Mungkin besok akan di teliti lagi.

      Hapus
    2. Iya sama2, dan ditunggu artikel selanjutnya

      Hapus
    3. Oke.. insyaallah minggu depan update selanjutnya.
      Terimakasih. Semoga bermanfaat

      Hapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Bagus sekali, menarik dan menambah pendidikan 👍

    BalasHapus
  23. Artikelnya membantu sekali..🙏
    Di tunggu update selanjutnya

    BalasHapus
  24. Terimakasih. Tunggu ya update selanjutnya dan semiga bermanfaat

    BalasHapus
  25. Artikelnya bagus, memberikan banyak manfaat bagi pembaca tetapi bahasanya mungkin lebih disederhanakan lagi supaya lebih mudah dimengerti:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas masukannya. Mungkin kedepannya akan di perhatikan lagi dalam penulisan.

      Hapus
  26. Bagus dan mnambah wawasan, artikelnya sangat membantu

    BalasHapus
  27. Bagaimana cara kita menerapkan sistem pembelajaran yg baik kepada peserta didik kita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sebelumnya telah bertanya.

      Mungkin sedikit dari pendapat saya sebelum kita menerapkan sistem pembelajaran atau strategi yang akan kita gunakan dalam proses pembelajaran yang pertama kita terlebih dahulu mengetahui karakteristik anak didik kita. Karena karakter setiap anak didik itu berbeda satu dengan yang lainnya.
      Kedua memilih pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif.
      Ketiga memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar yang di anggap paling efektif sehingga dapat di jadikan pertimbangan oleh guru dalam menilai karakter setiap siswanya.
      Keempat menetapkan kriteria penilaian yang harus dicapai siswa agar dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi belajar.

      Mungkin sekian jawaban saya.
      Semoga bermanfaat

      Hapus
  28. Sangat membantu sekali... Terima kasih sudah di share...

    BalasHapus
  29. artikelnya sangat membantu,,,,saya mau bertanya, apa penyebab strategi pembelajaran yang di rancang tidak bisa di terapkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya terimakasih sudah bertanya.

      Maaf baru bisa di jawab sekarang.

      Menurut saya penyebab strategi pembelajaran yang di rancang tidak bisa di terapkan karena ada masalah-masalah tertentu yang menjadi pertimbangan guru menetapkan strategi yang akan digunakan.
      Seperti guru sebelum menetapkan strategi yang di gunakan terlebih dahulu guru harus mengetahui karakter setiap anak didiknya. Karakter setiap anak itu berbeda, ada yang cepat dalam mencerna pelajaran dan ada yang lamban.
      Oleh karena itu guru harus tahu tipe belajar anak didiknya. Kemudian barulah guru bisa menetapkan strategi yang cocok di gunakan.

      Jadi strategi yang di rancang tidak dapat diterapkan karena tidak sesuai dengan karakter dan cara belajar siswanya sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai.

      Mungkin sekian jawab saya.
      Semoga bermanfaat.

      Hapus
  30. Artikelnya sangat membantu sekali dalam pembelajaran saya

    BalasHapus
  31. artikelnya sangat membantu sekali dan mempermudah pembuatan tugas.
    terimakasih udah di share.

    BalasHapus
  32. Apa yg bisa anda tangkap dan anda rangkum dari materi yg anda sampaikan ?jelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan adanya strategi pembelajaran kita sebagai guru dapat menerapkan strategi apa yang cocok di gunakan dalam proses belajar mengajar untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif.

      Hapus
  33. artikel sangat bermanfaat sekali tapi masih terdapat kesalahan dalam penggunaan EYD secara tepat.. semoga penulis bisa memperbaiki untuk kedepan dalam menulis

    BalasHapus
  34. Artikelnya bagus. Mudah di pahami. Di tunggu yang berikutnyaaa

    BalasHapus
  35. Artikelnya bagus. Terimakasih udah di share👍🏻

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan Remedial