Model Pembelajaran DI dan PBL


TUGAS

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

Tentang

Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Dan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Basid Learnig)

Disusun Oleh:

Heldiza Silviandari

(1820101)

PGSD 4.4

DOSEN PEMBIMBING:

Yessi Rifmasari, M.Pd.

PENDIDIDKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN

ADZKIA PADANG

2020



A.    Model Pembelajaran Langsung (DI)

Arends (Trianto, 2011: 29) pembelajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan  deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.

(Nur, 2000: 7) pembelajaran langsung merupakan  model pembelajaran yang berpusat pada guru, yang mempunyai 5 langkah dalam pelaksanaannya, yaitu menyiapkan siswa menerima pelajaran, demontrasi, pelatihan terbimbing, umpan balik, dan pelatihan lanjutan (mandiri).

Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran langsung adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar  untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan dapat berfungsi sebagai pedoman bagi para pendidik dalam merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar.

B.     Tujuan Pembelajaran Langsung

Widaningsih, Dedeh (2010:  151) Ciri-ciri  pengajaran langsung :
 1.  Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasil  belajar.
 2. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.
 3. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya         pengajaran.


Jadi model DI dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.

C.    Teori-Teori Pembelajaran Langsung

Teori- teori belajar yang melandasi model pembelajaran Langsung adalah:

1.       Teori Perkembangan Jean Piaget
Menurut Jean Piaget kemampuan untuk bergaul dengan hal-hal yang lebih abstrak  diperlukan untuk mencernakan gagasan- gasan dalam  berbagai mata pelajaran akademik. Piaget meyakini bahwa pengalaman-pengalaman fisik dan manipulasi lingkungan penting bagi terjadinya perubahan perkembanagn peserta didik.

Dalam pembelajaran langsung guru menjelaskan materi dan melakukan pelatihan terbimbing serta memberikan kesempatan siswa untuk mengadakan pelatihan mandiri sehingga siswa dapat menemukan pengalaman- pengalaman nyata tentang suatu materi tertentu.

2.       Teori Belajar Sosial Albert Bandura

Seorang belajar menurut Teori ini, dilakukan dengan mengamati tingkah laku orang lain ( model), hasil pengamatan itu kemudian dimantapkan dengan cara menghubungkan pengalaman baru dengan pengalaman sebelumnya atau mengulang-ulang kembali. Dengan jalan ini memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk mengekspresikan tingkah laku yang dipelajarinya. Dalam pembelajaran langsung pada fase kedua guru mendemonstrasikan pembelajaran sehingga siswa mendapat pengalaman pembelajaran yang benar dan pada fase kedua pengalaman yang telah diperoleh dipraktekkan siswa, meskipun tetap dalam pengawasan guru.

D.    Tahap model pembelajaran langsung

Menurut Bruce dan Weil (1996) tahap pembelajaran langsung yaitu:

1.      Orientasi

Pendahuluan, mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa, mendiskusikan atau menginformasikan tujuan pelajaran, memberikan penjelasan/arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan, menginformasikan materi/konsep yang akan digunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran, menginformasikan kerangka pelajaran.

2.      Presentasi

Penyajian materi dalam langkah-langkah  kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu relatif pendek, pemberian contoh-contoh konsep, pemodelan atau peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas, menjelaskan ulang hal-hal yang sulit.

3.      Latihan Terstuktur

Memberikan umpan balik terhadap respon siswa dan memberikan penguatan terhadap respon siswa yang benar dan mengoreksi respon siswa yang salah.

4.      Latihan Terbimbing

Untuk mengases/menilai kemampuan siswa untuk melakukan tugasnya. Pada fase ini peran guru adalah memonitor dan memberikan bimbingan jika diperlukan.

5.      Latihan Mandiri

Fase ini dapat dilalui siswa jika telah menguasai tahap-tahap pengerjaan tugas 85-90% dalam fase bimbingan latihan.

E.     Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

Riyanto (2010:285) mengatakan, Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang dirancang dan dikembangkan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.

Menurut Arends (dalam Trianto, 2007:68) pembelajaran berbasis masalah adalah Suatu model pembelajaran dimana siswa mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampilan berfikir tingkat tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri.

Dari kedua defenisi tersebut dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses kegiatan pembelajaran dengan menggunakan masalah sebagai langkah untuk mengumpulkan pengetahuan, sehingga dapat merangsang siswa untuk berfikir kritis dan belajar secara individu maupun kelompok kecil sampai menemukan solusi dari masalah tersebut.

F.     Langkah-Langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

Arends (dalam Hariyanto dan Warsono, 2012: 401) yaitu:
  1. Orientasi siswa pada masalah.
  2. Mengorganisasi siswa.
  3. Membimbing penyelidikan indvidu maupun  kelompok.
  4.  Mengembangkan dan menyajikan hasil.
  5. Menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah.


Daftar Pustaka: 

Kardi,S. Dan Nur, M. 2000. Pengajaran Langsung. Surabaya: University Press.
Trianto. 2011. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivis. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Widianingsih, Dedeh. 2010. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Rizqi Press.
Warsono. 2012. Pembelajaran Aktif Teori Dan Asasmen. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.



















 



Komentar

  1. Artikelnya bagus dan bermanfaat. Juga mudah di pahami, sangat bermanfaat. Di tunggu yaa artikel berikutnya

    BalasHapus
  2. Artikelnya bagus. Terimakasih udah di share👍🏻

    BalasHapus
  3. Materinya lengkap dan mudah dipahami

    BalasHapus
  4. Artikel nya sangat membantu, oh ya, sya mau tanya bagaimana cara kita menentukan model pembelajaran yang cocok untuk siswa masa sekarang?

    BalasHapus
  5. Artikelnya sangat membantu..bahan yang digunakan juga mudah di pahami..👍🏻
    Terimakasih udah di share..

    BalasHapus
  6. Artikelnya bagus dan memberi wawasan yg luas

    BalasHapus
  7. Saya ingin bertanya kepada saudari, bagaimanakah cara seorang guru dalam memilih model pembelajaran yang bagus untuk diterapkan dalam proses pembelajaran ?

    BalasHapus
  8. Apa kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran langsung?

    BalasHapus
  9. Artikelnya bagus,,semoga bermanfaat bagi pembaca.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan Remedial