Model Pembelajaran Kooperatif, Rumpunan Model Pembelajaran, Model Pemrosesan Informasi, Model Personal dan Model Sosial.
TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Tentang
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF, RUMPUNAN MODEL PEMBELAJARAN, MODEL PEMROSESAN INFORMASI, MODEL PERSONAL dan MODEL SOSIAL
Disusun Oleh:
Heldiza Silviandari
(1820101)
PGSD 4.4
DOSEN PEMBIMBING:
Yessi Rifmasari, M.Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Tentang
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF, RUMPUNAN MODEL PEMBELAJARAN, MODEL PEMROSESAN INFORMASI, MODEL PERSONAL dan MODEL SOSIAL
Disusun Oleh:
Heldiza Silviandari
(1820101)
PGSD 4.4
DOSEN PEMBIMBING:
Yessi Rifmasari, M.Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
1. Pengertian
Model Pembelajaran Kooperatif.
Depdiknas
(2003:5) “Pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) merupakan
strategi pembelajaran melalui kelompok kecil siswa yang saling bekerja sama
dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar”.
Bern
dan Erickson (2001:5) “Cooperative learning (pembelajaran
kooperatif) merupakan strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran
dengan menggunakan kelompok belajar kecil di mana siswa bekerja sama untuk
mencapai tujuan belajar”.
Jadi
pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran dengan menggunakan kelompok
belajar kecil dimana siswa bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar
untuk mencapai tujuan belajar.
2. Karakteristik
Pembelajaran Model Kooperatif.
Menurut
Suyanti (2010: 99-100) karakteristik pembelajaran kooperatif dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a. Pembelajaran
Secara Tim.
Pembelajaran
kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Tim merupakan tempat untuk mencapai
tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu membuat siswa belajar. Semua anggota
tim (anggota kelompok) harus saling membantu untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Untuk itulah, kriteria keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh
keberhasilan tim.
b. Didasarkan
Pada Manajemen Kooperatif.
Sebagaimana
pada umumnya, manajemen mempunyai empat fungsi pokok yaitu Perencanaan,
Organisasi, Pelaksanaan, dan Kontrol. Demikian juga dalam pembelajaran
kooperatif. Perencanaan menunjukkan bahwa pembelajaran memerlukan perencanaan
yang matang agar proses pembelajaran berjalan secara efektif. Pelaksanaan
menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif harus dilaksanakan sesuai dengan
perencanaan melalui langkah-langkah pembelajaran yang sudah ditentukan termasuk
ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati bersama. Fungsi organisasi
menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pekerjaan bersama antar setiap
anggota kelompok. Oleh sebab itu, perlu diatur tugas dan tanggung jawab setiap
anggota kelompok. Fungsi kontrol menunjukkan bahwa dalam pembelajaran
kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui tes maupun non
tes.
c. Kemauan
Untuk Bekerja Sama.
Keberhasilan
pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok. Oleh
sebab itu, prinsip bekerja sama perlu ditekankan dalam proses pembelajaran
kooperatif. Setiap anggota kelompok bukan saja harus diatur tugas dan tanggung
jawab masing-masing, akan tetapi juga ditanamkan perlunya saling membantu,
misalnya siswa yang pintar membantu siswa yang kurang pintar.
d. Keterampilan
Bekerja Sama.
Kemampuan
untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui aktivitas dan kegiatan
yang tergambar dalam keterampilan bekerja sama. Dengan demikian, siswa perlu
didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota
lain. Siswa perlu dibantu mengatasi berbagai hambatan dalam berinteraksi dan
berkomunikasi, sehingga setiap siswa dapat menyampaikan ide, mengemukakan
pendapat dan memberi kontribusi kepada keberhasilan kelompok.
3. Rumpun
Model Pembelajaran.
Joyce
dan Weil (1996) dalam bukunya Model of Teaching telah menggolongkan model-model
pembelajaran menjadai empat rumpun model pembelajaran. Rumpun model
pembelajaran tersebut antara lain adalah Rumpun Model-model Pembelajaran
Pengolahan Informasi, Rumpun Model-model Pembelajaran Individual.
a. Rumpun
Model-model Pembelajaran Pengolahan Informasi
Model-model
pembelajaran dalam rumpun ini bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan
informasi yaitu cara-cara manusia menanggapi rangsangan dari lingkungan,
mengorganisasikan data, mengenali masalah dan mencoba mencari solusinya, serta
mengmebangkan konsep-konsep dan bahasa untuk menangani masalah tersebut.
b. Rumpun
Model-model Pembelajaran Individual
Model-model
pembelajaran pada rumpun individual ini memfokuskan pada pengembangan pribadi.
Model ini menekankan pada proses mengkonstruk dan mengorganisasi realita yang
memandang manusia sebagai pembuat makna.
4. Pengertian
Model Pemrosesan Informasi.
Pemrosesan
informasi secara
sederhana dapat diartikan suatu proses yang terjadi
pada peserta didik untuk mengolah informasi, memonitornya dan
menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut
dengan inti pendekatannya lebih proses memori dan
cara berpikir.
5. Pengertian
Model Pembelajaran Personal.
Dr. Ratna Puspitasari (2017: 1) Pengajaran secara personal adalah kegiatan
mengajar guru yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada
masing-masing individu. Bantuan dan bimbingan belajar kepada individu juga
ditemukan pada pembelajaran klasikal, tetapi prinsipnya berbeda.Pada
pembelajaran personal, guru memberi bantuan kepada masing-masing
pribadi.Sedangkan pada pembelajaran klasikal, guru memberi bantuan secara
umum.Sebagai ilustrasi, bantuan guru kelas tiga kepada siswa yang membaca dalam
hati dan menulis karangan adalah pembelajaran personal.Pada membaca dalam hati
secara personal siswa menemukan kesukaran sendiri-sendiri.
6. Pengertian
model pembelajaran sosial.
Model-model dalam kategori
ini difokuskan pada peningkatan kemampuan individu dalam berhubungan dengan
orang lain, terlibat dalam proses demokratis dan bekerja secara produktif dalam
masyarakat. Dalam hal ini, akan dipelajari 3 model pembelajaran yang termasuk
ke dalam pendekatan pembelajaran sosial, yaitu
(1) model pembelajaran bermain peran.
(2) model pembelajaran simulasi sosial.
(3) model pembelajaran telaah atau kajian
yurisprudensi.
Daftar Pustaka:
Abbatt. 1998. Pengajaran
yang Efektif. Jakarta: IKAPI.
Arends, Richard I. 2007. Learning to Teach. Terjemahan oleh Soetjipto, Helly Prajitno & Soetjipto, Sri Mulyantini. 2008. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arends, Richard I. 2007. Learning to Teach. Terjemahan oleh Soetjipto, Helly Prajitno & Soetjipto, Sri Mulyantini. 2008. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Isjoni. 2011. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: ALFABETA
Bagus sekali
BalasHapusArtikelnya bagus. Terimakasih udah di shareππ»
BalasHapusTerimakasih artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusArtikelnya sangat membantu..bahan yang digunakan juga mudah di pahami..ππ»
BalasHapusTerimakasih udah di share..
Artikelnya bagus dan bermanfaat π
BalasHapusTerima kasih ilmu nya sangat bermanfaat
BalasHapusArtikelnya sangat membantu, terimakasih sudah di share
BalasHapusArtikelnya sngat bagus
BalasHapusπ
BalasHapusArtikelnya bagus dan bermanfaat
BalasHapus