Pemilihan Metode Mengajar
TUGAS
STRATEGI
PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Tentang
Pemilihan
Metode Mengajar
Disusun
Oleh:
Heldiza
Silviandari
(1820101)
PGSD
4.4
Dosen
Pengampu
Yessi
Rifmasari, M.Pd.
PENDIDIDKAN
GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2020
1. Hakikat dan faktor-faktor dalam
pemilihan metode mengajar.
Pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan
melibatkan aktivitas siswa dan guru. Untuk mencapai tujuan tersebut deperlukan
metode sebagai alternatif, sehingga dalam mencapai tujuan dapat maksimal.
Metode mengajar yang digunakan haruslah bervariatif sehingga tidak menimbulkan
kejenuhan aktivitas dalam proses pembelajaran.
a. Hakikat Metode Mengajar
dalam Pembelajaran.
Metode (method), menurut Fred Percival dan Henry
Ellington (1984) adalah cara yang umum untuk menyampaikan pelajaran kepada
peserta didik atau mempraktikkan teori yang telah dipelajari dalam rangka
mencapai tujuan belajar.
Tardif dalam Muhibbin Syah (1995) bahwa metode
diartikan sebagai cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan
penyajian materi pelajaran kepada peserta didik.
Reigeluth (1983) mengartikan bahwa metode
mencakup rumusan tentang pengorganisasian bahan ajar, strategi penyampaian, dan
pengelolaan kegiatan dengan memperhatikan tujuan, hambatan, dan karakteristik
peserta didik sehingga diperoleh hasil yang efektif,efisien, dan menimbulkan
daya tarik pembelajaran.
Jadi metode mengajar berhubungan dengan cara yang
memungkinkan peserta didik memperoleh kemudahan dalam rangka mempelajari bahan
ajar yang disampaikan oleh guru.
b. Factor-faktor
dalam pemilihan metode mengajar.
a. Tujuan Pembelajaran atau kompetensi Siswa
Tujuan
pembelajaran merupakan pernyataan yang diharapkan dapat diketahui , disikapi,
dan atau dilakukan siswa seetelah mengikuti pembelajaran.
a) Tujuan institusional
adalah tujuan yang ingin dicapai oleh suatu lembaga pendidikan.
b) Tujuan bidang studi
adalah tujuan yang harus dicapai oleh suatu mata pelajaran.
c) Tujuan pembelajaran
(instruksional) adalah tujuan yang harus dicapai dalah suatu pokok bahasan
tertentu.
Taxonomy Bloom menguraikan tentang tujuan yang bersifat khusus,
yang sering mencakup 3 ranah, yaitu:
a. Kognitif.
a) Pengetahuan, kemampuan
mengetahui, mengingat.
b) Pemahaman, kemampuan
menerjemahkan, memahami.
c) Penerapan, kemampuan
mengerjakan, membuat.
d) Analisis, kemampuan
mengkaji, menguraikan, membedakan dan mengidentifikasi.
e) Sintesis, kemampuan
menggabungkan, mengelompokkan, menyusun.
b. Afektif.
a) Penerimaan.
b) Partisipasi.
c) Penilaian.
c. Psikomotor.
a) Persepsi, kemampuan
berpendapat.
b) Kesiapan.
c) Gerakan terbimbing,
kemampuan meniru.
d) Gerakan terbiasa,
keterampilan berpegang pada pola.
e) Gerakan yang kompleks,
keterampilan lincah, cepat, lancar.
Karakteristik Bahan Pelajaran/materi
Pembelajaran
Aspek yang terdapat
dalam materi pelajaran, yaitu:
a) Aspek konsep, merupakan
substansi isi pelajaran yang behubungan dengan pengertian, atribut,
karakteristik, label atau ide dan gagasan tertentu.
b) Aspek fakta, isi
peajaran yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu, data yang memiliki esensi
objek dan waktu.
c) Aspek prinsip, isi
pelajaran yang berhubungan dengan aturan, dalil, hokum, ketentuan, dan
prosedur.
d) Aspek nilai, meteri
pelajaran yang berhubungan dengan baik buruk, salah benarnya suatu perilaku.
e) Aspek keterampilan
intelektual, materi pelejaran yang berhubungan dengan pembentukan
kemampuan penyelesaian masalah.
b. Waktu yang Digunakan
Selalu memperhatikan
alokasi waktu agar proses mengajar dapat optimal.
c. Faktor Siswa
Mempertimbangkan
banyaknya siswa dan dan mempertimbangkan aspek kesegaran mental (faktor
antusias dan kelelahan).
d. Fasilitas, Media, dan Sumber Belajar
Prinsip-prinsip belajar
yang dijadikan landasan dalam pembelajaran diantaranya adalah ketersedian
fasilitas, media dan sumber belajar.
2. Jenis-jenis metode
mengajar.
a. Metode Ceramah
Metode pembelajaran
ceramah adalah penerangan
secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai
tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar.
Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan.
Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi
pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok
untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok
untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar
tersebut sukar didapatkan.
b. metode diskusi
Metode pembelajaran
diskusi adalah proses
pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar
pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah
sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan
metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne &
Briggs. 1979: 251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding
metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep
dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan,
penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah.
Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan
anak dari pada metode diskusi.
c. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran
demontrasi merupakan
metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban
atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya, Bagaimana
proses bekerjanya, Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode
pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar
yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas
sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat
kue, dan sebagainya.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat
dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang
diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang
menguasai apa yang didemonstrasikan.
d. Metode Ceramah Plus
Metode
Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang
menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan
dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya
yaitu:
a)
Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas.
b) Metode
ceramah plus diskusi dan tugas.
c)
Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan
(CPDL).
e. Metode Latihan Keterampilan
Metode
latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode
mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada
peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk
melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas
dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau
pola yang otomatis pada peserta didik.
f. Peer Theaching Method
Metode Peer Theaching sama
juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu
oleh temannya sendiri.
g. Metode Pemecahan Masalah
(problem solving method)
Metode
problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekadar
metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam
problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan
mencari data sampai pada menarik kesimpulan.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya.
3. Hubungan
pengalaman belajar dengan metode mengajar.
Setiap
metode mengajar masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam
membentuk pengalaman belajar siswa, tetapi satu dengan yang lainnya saling
menunjang. Pengalaman belajar yang diharapkan adalah terjadi adanya aktivitas
belajar yang tinggi dari siswa.
Pendekatan
yang digunakan untuk membentuk pengalaman siswa adalah cenderung dengan
pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses merupakan pendekatan
belajar mengajar yang mengarah pada pengembangan kemampuan-kemampuan mental,
fisik dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan-kemampuan yang lebih
tinggi dalam diri siswa.
Daftar pustaka:
Abimanyu Soli, Dkk. 2008. Strategi
Pembelajaran Di Sd. Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Strategi
Pembelajaran Dan Pemilihannya. Jakarta: Hal: 25-30.
Simamora, Roymond H. 2009. Buku
Ajar Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta: Egc.
Bagus
BalasHapusTerimakasih..semoga bermanfaatπ
HapusArtikelnya bagus. Terimakasih udah di shareππ»
BalasHapusTerimakasih..semoga bermanfaat π
HapusMaterinya bagus dan mudah dipahami
BalasHapusTerimakasih..semiga bermanfaat π
HapusArtikelnya sangat membantu..bahan yang digunakan juga mudah di pahami..ππ»
BalasHapusTerimakasih udah di share..
Terimakasih..semoga bermanfaat π
HapusArtikelnya sangat membantu..bahan yang digunakan juga mudah di pahami..ππ»
BalasHapusTerimakasih udah di share..
Bagus, ditunggu artikel selanjutnya
BalasHapusTerimakasih...semoga bermanfaat π
HapusOke ditunggu yaπ
Bagus artikelnya, ditunggu yang lainnya
BalasHapusTerimakasih..semoga bermanfaat π
HapusDitunggu yaπ
Artikelnya sangat membantu, terimakasih sudah di share
BalasHapusTerimakasih semoga bermanfaat π
Hapusπ
BalasHapusArtikelnya sangat membantu,,saya mau bertanya kepada penulis,,metode apalah yg cocok digunakan utk anak kelas rendah??
BalasHapusArtikelnya baguus, ditunggu artikel selanjutnya kakakπ
BalasHapusTerimakasih..semoga bermanfaat π
HapusTerimakasih sudah mau berbagi. Artikelnya bagus. Di tunggu yaa selanjutnya
BalasHapus