Prosedur Pembelajaran


TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

Tentang
Prosedur Pembelajaran

Disusun Oleh:
Heldiza Silviandari
(1820101)
PGSD 4.4

DOSEN PENGAMPU
Yessi Rifmasari, M.Pd.

PENDIDIDKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020




1. Kegiatan Pra Dan Awal Pembelajaran.

a. Pengertian Proses Pembelajaran.

proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar (Rustaman, 2001: 461).

Proses pembelajaran merupakan salah satu tahapan penting dalam pembelajaran. Oleh karena itu, proses pembelajaran perlu ditempuh melalui prosedur yang sistematis dan sistemik. Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar (Rustaman, 2001).

b. Kegiatan Pra Awal dan awal Pembelajaran.
Udin S. Winataputra, dkk. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan pendahuluan, yaitu :
a. Menciptakan Kondisi Awal Pembelajaran; meliputi: membina keakraban, menciptakan kesiapan belajar peserta didik dan menciptakan suasana belajar yang demokratis.

b. Apersepsi meliputi: kegiatan mengajukan pertanyaan untuk mengaitkan materi yang akan dibelajarkan dengan materi atau pengetahuan yang telah dikuasai siswa sebelumnya, memberikan komentar atas jawaban yang diberikan peserta didik dan membangkitkan motivasi dan perhatian peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Depdiknas (2003) bahwa dalam kegiatan pendahuluan, perlu dilakukan pemanasan dan apersepsi, didalamnya mencakup:

(1) bahwa pelajaran dimulai dengan hal-hal yang diketahui dan dipahami peserta didik.

(2) motivasi peserta didik ditumbuhkan dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi peserta didik.

(3) peserta didik didorong agar tertarik untuk mengetahui hal-hal yang baru.


2. Kegiatan Inti Dalam Pembelajaran.

Kegiatan inti pada dasarnya merupakan kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran atau proses untuk pencapaian kompetensi, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik, degan menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik pesertadidikdan materi pelajaran  Udin S. Winataputra, dkk. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan inti, yaitu :

(1) menyampaikan tujuan yang ingin dicapai, baik secara lisan maupun tulisan.

(2) menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh.

(3) membahas materi.
Depdiknas (2003) mengemukakan tiga bentuk kegiatan ini yaitu:
a. Kegiatan eksplorasi merupakan usaha memperoleh atau mencari informasi baru. Yang perlu diperhatikan dalam kegiatan eksplorasi, yaitu:

(a) memperkenalkan materi/keterampilan baru.

(b) mengaitkan materi dengan pengetahuan yang sudah ada pada peserta didik.

(c) mencari metodologi yang paling tepat dalam meningkatkan penerimaaan peserta didik akan materi baru tersebut.

b. Konsolidasi merupakan merupakan negosiasi dalam rangka mencapai pengetahuan baru. Dalam kegiatan konsolidasi pembelajaran yang perlu diperhatikan adalah :

(a) melibatkan peserta didik secara aktif dalam menafsirkan dan memahami materi ajar baru.

(b) melibatkan peserta didik secara aktif dalam pemecahan masalah.

(c) meletakkan penekanan pada kaitan struktural, yaitu kaitan antara materi pelajaran yang baru dengan berbagai aspek kegiatan dan kehidupan di dalam lingkungan.

(d) mencari metodologi yang paling tepat sehingga materi ajar dapat terproses menjadi bagian dari pengetahuan peserta didik.

c. Pembentukan sikap dan perilaku merupakan pemrosesan pengetahuan menjadi nilai, sikap dan perilaku. Yang perlu diperhatikan dalam pembentukan sikap dan perilaku, adalah:

(a) peserta didik didorong untuk menerapkan konsep atau pengertian yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari.

(b) peserta didik membangun sikap dan perilaku baru dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengertian yang dipelajari.

 (c) cari metodologi yang paling tepat agar terjadi perubahan sikap dan perilaku peserta didik.

3. Kegiatan akhir pembelajaran.
Udin S. Winataputra, dkk. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran, yaitu:
(a) penilaian akhir.
(b) analisis hasil penilaian akhir.
(c) tindak lanjut.
(d) mengemukakan topik yang akan dibahas pada waktu yang akan dating.
(e) menutup kegiatan pembelajaran.
4. Tinjak lanjut
Mulyasa (2003) mengemukakan dua kegiatan pokok pada akhir pembelajaran, yaitu :
(a) pemberian tugas.
(b) post tes.
Sementara itu, Depdiknas (2003) mengemukakan dalam kegiatan akhir perlu dilakukan penilaian formatif, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
(a) kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pembelajaran peserta didik.
(b) gunakan hasil penilaian tersebut untuk melihat kelemahan atau kekurangan peserta didik dan masalah-masalah yang dihadapi guru
(c) cari metodologi yang paling tepat yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Daftar pustaka :
Winataputra, Udin s. 2004. Strategi belajar mengajar. Jakarta: pusat penerbitan universitas terbuka.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan Remedial