Keterampilan Dasar Mengajar II


TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

Tentang
Keterampilan Dasar Mengajar II
Disusun Oleh:
Heldiza Silviandari
(1820101)
PGSD 4.4

DOSEN PENGAMPU
Yessi Rifmasari, M.Pd.


PENDIDIDKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020



1.      Keterampilan Membuka Pelajaran dan Menutup Pelajaran

Keterampilan Membuka Pembelajaran

Menurut Zainal Aqib (2013:89) membuka pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan guru/infrastruktur untuk menciptakan suasana siap mental dan penuh perhatian pada diri siswa/peserta pelatihan. Sedangkan Saiful Bahri (2010:138-139) mengemukakan bahwa keterampilan membuka pelajaran adalah perbuatan guru untuk menciptakan sikap mental dan menimbulkan perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari.
Membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental maupun perhatiannya terpusat pada bahan yang akan dipelajarinya sehingga memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. (Abdul Majid, 2015:242)
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat dibuat sebuah kesimpulan bahwa membuka pelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian peserta didik agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajarinya. Sedangkan keterampilan membuka pelajaran adalah kemampuan yang harus dimiliki guru dalam membuka pelajaran sehingga peserta didik siap dan fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Maka tujuan dari keterampilan membuka pelajaran yaitu sebagai berikut:
  1. Membangkitkan motivasi dan perhatian.
  2. Membuat anak memahami bentuk tugas
  3. Menyiapkan mental siswa untuk memasuki kegiatan inti pelajaran.
  4. Menyadari siswa akan hubungan antara pengalaman / bahan yang sudah dimiliki / diketahui dengan yang akan dipelajari.
  5. Memberikan gambaran tentang pendekatan atau kegiatan yang akan siterapkan atau dilaksanakan dalam kegiatan.
Berikut ini terdapat contoh kegiatan membuka pelajaran (set induction) pada pengenalan konsep baru: “Guru: Nah, anak-anak! Pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari suatu pokok bahsan baru, yakni tentang “bangun datar”. Tetapi, sebelum kita pelajari lebih lanjut topik itu, cobalah perhatikan dahulu kedepan.gambar apakah yang ibu pegang ini? Ya, kamu Indra! Dan seterusnya.”


            Keterampilan Menutup Pelajaran
            Menutup pelajaran (closure) adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar dengan mengemukakan kembali pokok-pokok pelajaran. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh para pakar pendidikan menyatakan bahwa kemajuan hasil belajar paling besar terjadi pada akhir pelajaran dengan cara memberikan suatu ringkasan pokok-pokok materi yang sudah dibicarakan. Kegiatan menutup pelajaran bukan hanya diakhir jam pelajaran, akan tetapi pada setiap akhir pokok pembahasan selama satu jam pelajaran.
Sedangkan keterampilan menutup pelajaran merupakan keterampilan merangkum inti pelajaran pada akhir kegiatan belajar. Kegiatan ini cukup berarti bagi siswa, namun banyak guru tidak sempat melakukan atau mungkin sengaja tidak dilakukan.
Usaha menutup pelajaran tersebut dimaksudkan untuk:
  1. Memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari oleh peserta didik
  2. Mengetahui tingkat pencapaian peserta didik
  3. Mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar

Komponen Keterampilan Menutup Pelajaran
Menjelang akhir pelajaran atau akhir setiap penggal kegiatan, guru harus melakukan penutupan pelajaran agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok materi. Secara umum komponen menutup pelajaran ada tiga, yaitu sebagai berikut:
  1. Meninjau Kembali (Review)
  2. Mengevaluasi (Menilai)
  3. Memberikan Tindak Lanjut

2.      Keterampilan Membimbing Diskusi Kecil

Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses kegiatan yang berlansung secara terkontrol dan teratur, dengan beberapa orang saling bertatap muka digabung menjadi satu kelompok atau kelompok kecil yang saling berinteraksi mengungkapkan pemikiran masing-masing. Diadakannya diskusi kelompok kecil, agar peserta didik dapat saling bertukar informasi ataupun pengalaman, sehingga peserta didik mampu menyelesaikan atau memecahkan suatu masalah.

Adapun tujuan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, yaitu :
a.       Agar peserta didik dapat memberi dan menerima informasi  baru maupun pengalaman dalam memecahkan suatu masalah.
b.      Agar peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi dengan orang lain.
c.       Melibatkan peserta didik dalam perencanaan dan penggambilan keputusan.

3.      Keterampilan Mengelola Kelas

Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi proses belajar mengajar yang optimal. Namun, dalam pengelolaan kelas tidak menutup kemungkinan akan terjadi suatu permasalahan.

(Depdikbud, 1985) keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal, apabila terdapat gangguan dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun gangguan yang berkelanjutan.
Menurut (Majid, 2014) pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya jika terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.

keterampilan mengelola kelas merupakan keterampilan yang digunakan oleh seorang guru dalam proses  pembelajaran guna untuk mengkondisikan belajar siswa dengan harapan supaya terjadi suatu kondisi kelas yang kondusif, memaksimalkan sarana dan prasarana, menjaga keterlibatan siswa, menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal dan rasa nyaman dalam proses belajar mengajar. 

Menurut (Usman, 2002)  pengelolaan kelas mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
a.       Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar untuk bermacam-macam kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.
b.      Tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.


4.      Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil Dan Perorangan

Ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan adalah kemampuan guru / instruktur / widyaiswara dalam mengembangkan terjadinya hubungan interpersonal yang sehat dan akrab antar guru dengan siswa, maupun antar siswa dan siswa, baik dalam kelompok kecil maupun perorangan Didi Suprieadi dan Deni Darmawan bandung pt remaja rosdakarya (2012: 158).
Jadi ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan adalah kecakapan menanamkan pengetahuan yang dilakukan pada sekelompok siswa dan pada siswa secara individu (muhidin, 2011).

Adapun peran guru dalam pengajaran kelompok kecil dan perorangan adalah sebagai berikut:
a.       Organisator kegiatan belajar mengajar. Dalam pengorganisasian ini yang paling utama adalah mengatur siswa dan memberikan tanggung jawab kepadanya untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru entah itu cara siswa melakukan kegiatan, mengatur lingkunganbelajar, ataupun mengoptimalkan sumber belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran
b.      Sumber informasi bagi siswa. Guru adalah salah satu sumber informasi bagi siswa baik informasi mengenai langkah-langkah pelaksanaan tugas maupun informasi lainnya yang diperlukan oleh siswa
c.       Pendorong bagi siswa untuk belajar. Guru memberikan dorongan berupa motivasi agar siswa mau belajar. Guru harus menciptakan kondisi kelas yang merangsang siswa untuk melakukan kegiatan belajar dalam kelompok kecil dan perseorangan
d.      Orang yang mendiagnosa kesulitan siswa serta memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru mempunyai peranan mendiagnosa dalam proses pembelajaran diantaranya mengenal anak secara individual mengenai kemajuan belajar ataupun kesulitan yang dihadapi
e.       Penyedia materi dan kesempatan belajar bagi siswa. Guru juga harus menyediakan meteri pelajaran yang akan diajarkan / dipelajari oleh siswa dalam pengajaran kelompok kecil maupun perseorangan
f.       Peserta kegiatan yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti siswa yang lainnya. Iniberarti guru ikut menyumbangkan pendapatnya untuk memecahkan masalah atau mencari kesepakatan bersama sebagaimana siswa lainnya melakukannya.

Daftar Pustaka:
Djamarah, Saiful B. (2010). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Suatu Pendekatan Teoretis Psikologis). Jakarta: PT Rineka Cipta.
Majid, A. (2015). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. (2013). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.






Komentar

  1. Artikelnya sangat membantu. Bahasa yang di gunakan juga mudah di pahami dan terperinci. Terimakasih udah di share.

    BalasHapus

  2. Terimaksih telah menggugah artikel ini, dan sangat membatu saya, mudah di pahami, bahasa yang di gunakan pun cukup mudah di mengerti
    Semoga banyak artikel artikel selanjutnya yang di share

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Terimakasih postingannya, ini cukup membuat saya jadi lebih paham dalam keterampilan belajar

    BalasHapus
  5. Terimakasih sebelumnya udah di share..artikelnya bagus..di tunggu update selanjutnya.

    BalasHapus
  6. Bagus, sering2 sahere ya

    BalasHapus
  7. Terimakasih kak artikelnya sangat membangu dalam pembuatan tugas saya

    BalasHapus
  8. Terimakasih kak artikelnya sangat membangu dalam pembuatan tugas saya

    BalasHapus
  9. Apa yg terjadi jika seorang guru tidak bisa membuka pelajaran dengan baik?

    BalasHapus
  10. Bahasa yang digunakan pada artikel mudah dipahami..

    BalasHapus
  11. Salut deh sama kakak semangat terus nulisnya kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan Remedial