Pembelajaran Yang Efektif


TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

Tentang
“Pembelajaran yang Efektif”

Disusun Oleh:
Heldiza Silviandari
(1820101)
PGSD 4.4

DOSEN PENGAMPU
Yessi Rifmasari, M.Pd.


PENDIDIDKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020


1.      Pengertian Pembelajaran Efektif
Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang mampu membentuk moralitas peserta didik, dan adat kebiasaany yang terbentuk merupakan suatu perbuatan yang dilakukan dengan berulang-ulang, perbuatan tersebut akan menjadi kebiasaan karena dua faktor, pertama adanya kesukaan hati terhadap suatu pekerjaan, dan kedua menerima kesukaan itu dengan melahirkan suatu perbuatan. Pembelajaran merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Pembelajaran terdiri dari dua kata:
a)    Belajar menunjukkan apa yang dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran.
b)    Mengajar menunjukkan apa yang harus dilakukan oleh pengajar.

Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti berhasil atau kurang berhasilnya suatu pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika siswa berada dilingkungan sekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarga sendiri. Belajar adalah membawa perubahan (dalam arti Behavior changers, aktual maupun potensial). Secara kuantitatif (ditinjau dari sudut jumlah) belajar adalah kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyakbanyaknya, belajar dalam hal ini dipandang dari sudut banyaknya materi yang dikuasai siswa.

Secara institusional (ditinjau kelembagaan), belajar dipandang sebagai proses pengabsahan terhadap penguasaan siswa atas materi-materi yang telah dipelajari, dimana semakin bagus mutu pengajaran seorang guru maka semakin baik pula hasil belajar siswa. Secara kuantitatif (tinjauan mutu) proses memperoleh arti pahaman serta cara penafsiran dunia disekeliling siswa. Belajar dalam hal ini difokuskan pada tercapainya daya fikir dan tindakan yang berkualitas untuk memecahkan masalahmasalah yang kini dan nanti akan dihadapi siswa.



2.      Komponen-komponen perencanaan pembelajaran
PembelajaransSecara rinci komponen-komponen pembelajaran sebagai berikut:
a.    Tujuan, merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Mau dibawa kemana siswa? Apa yang harus dimiliki oleh siswa? Itu semua tergantung pada proses pembelajaran. Secara umum tujuan belajar itu ada tiga jenis.
a)    Untuk mendapatkan pengetahuan
b)    Penanaman konsep dalam keterampilan
c)    Pembentukan sikap

b.    Isi atau meteri pelajaran, merupakan komponen kedua dalam sistem pembelajaran. Materi pelajaran merupakan inti dalam proses pembelajaran. Dalam komponen ini maka penguasaan materi pelajaran oleh guru mutlak diperlakukan. Guru perlu memahami betul isi materi pelajaran yang akan disampaikan, sebab peran dan tugas guru adalah sebagai sumber belajar. Materi pelajaran tersebut biasanya tergambarkan dalam buku teks, sehingga sering terjadi proses pembelajaran adalah menyampaikan materi yang ada dalam buku.

c.    Strategi atau metode adalah komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan oleh komponen ini. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat di implementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan.


d.    Alat dan sumber, meskipun sebagai alat bantu, akan tetapi memiliki peran yang tidak kalah pentingnya. Dalam kemajuan teknologi seperti sekarang ini kemungkinan siswa dapat belajar dari mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan hasil-hasil teknologi. Maka, peran dan tugas guru bergeser dari peran sebagai sumber belajar menjadi peran sebagai pengelola sumber belajar.

e.     Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran. Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dalam pemanfaatan berbagai komponen sistem pembelajaran.

3.      Indikator Pembelajaran Yang Efektif
Keefektipan pembelajaran biasanya diukur dengan tingkat pencapaian sibelajar. Ada empat aspek yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektipan pembelajaran yaitu:
1. Kecermatan penguasaan prilaku yang dipelajari atau sering disebut dengan tingkat kesalahan 2. Kecepatan untuk kerja
3. Tingkat alih belajar
4. Tingkat retensi dari apa yang dipelajari.

            Yusuf Hadi Miarso mengutip pendapat wotruba and wright, bahwa berdasarkan pengkajiannya atas sejumlah penelitian, mengidentifikasikan tujuh indikator yang menunjukkan pembelajaran yang efektif. Indikator itu adalah:
1. Pengorganisasian kuliah dengan baik
2. Komunikasi secara efektif
3. Penguasaan dan antusiasme dalam mata kuliah
4. Sikap positif terhadap mahasiswa
5. Pemberian ujian dan nilai yang adil
6. Keluwesan dalam pendekatan pengajaran, dan
7. Hasil belajar mahasiswa yang baik.

            Pengorganisasian kuliah dengan baik. Indikator pengorganisasian kuliah dengan baik tercermin dalam:
a. Perumusan tujuan
b. Pemilihan bahan/topik kuliah
c. Kegiatan kelas
d. Penugasan
e. Penilaian
f. Kesiapan dosen untuk mengajar
g. Penugasan waktu kuliah dengan baik.
Pelaksanaan kuliah dengan baik tentunya tidak dilakukan dengan banyak penyimpangan dari Rencana yang telah ditetapkan semula. Pengorganisasian kuliah merupakan wewenang dosen. Oleh karena itu yang dapat menilai apakah kuliah telah diorganisasikan dengan baik adalah para sejawat dalam bidang studi yang bersangkutan, ketua jurusan program studi, dan mahasiswa. Mahasiswa sering kali mempunyai posisi yang terbaik dalam melakukan penilaian, karena mereka dapat membandingkan secara langsung dosen yang satu dengan lainnya. 

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Sabri.2010. Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching. (Jakarta: Quantum Teaching, hlm. 31).
Muhibbin Syah. 2010. Pisikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, hlm. 87).
Sumadi Suryabrata. 2002. Psikologi Pendidikan. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, hlm. 230-232).
Wina Sanjaya. 2010.  Kurikulum dan Pembelajaran. (Jakarta: Pranada Media Group, hlm. 204-206).


Komentar

  1. Artikelnya sangat membantu. Bahasa yang di gunakan juga mudah di pahami dan terperinci. Terimakasih udah di share.

    BalasHapus

  2. Terimaksih telah menggugah artikel ini, dan sangat membatu saya, mudah di pahami, bahasa yang di gunakan pun cukup mudah di mengerti
    Semoga banyak artikel artikel selanjutnya yang di share

    BalasHapus
  3. Postingan yang dipaparkan cukup jelas, ditunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  4. Terimakasih sebelumnya udah di share..artikelnya bagus..di tunggu update selanjutnya.

    BalasHapus
  5. Artikel yg menarik, bermanfaat dan menambah wawasan saya, sering sahere ya

    BalasHapus
  6. Terima kasih kak artikelnya sangat membantu dalam pembuatan tugas saya

    BalasHapus
  7. Bagaiamana peran guru dalam pembelajaran yang efektif?

    BalasHapus
  8. Artikel ini sangat bermanfaat

    BalasHapus
  9. Artikelnya bagus dan bermanfaat. Bahasanya mudah di pahami. Di tunggu ya artikel selanjutnya

    BalasHapus
  10. Bahasa yang digunakan pada artikel mudah dipahami..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan Remedial